Apakah HIV Bisa Menular Atau Bertahan Hidup Di Luar Tubuh Manusia ?
Terakhir diedit : 18 Februari 2026
Estimasi waktu baca artikel sampai selesai menit
HIV_diluar_tubuh #penularanhiv #edukasihiv
HIV masih jadi salah satu infeksi yang menakutkan bagi banyak orang karena masih mengakar kuat stigma bahwa HIV "tidak bisa sembuh" dan mitos penularan HIV yang salah kaprah seperti berbagi alat makan, penggunaan pakaian bersama, atau aktivitas sosial. Bahkan masih banyak yang berpikir atau ketakutan yang begitu kuat HIV bisa menular dengan mudah seperti flu atau corona.
Apakah hal itu benar terjadi ?
Faktanya orang tidak bisa tertular atau menularkan HIV selama tidak ada paparan cairan tubuh secara langsung melalui hubungan seksual tanpa kondom atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian, serta masa kehamilan, persalinan dan menyusui yang mana aktivitas itu perlu kontak langsung dengan selaput lendir atau aliran darah. HIV memiliki karakteristik tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia yang berarti untuk menularkan atau tertular HIV melalui aktivitas sehari-hari adalah kegiatan yang tidak beresiko adanya penularan HIV.
HIV tidak memiliki kemampuan replikasi dirinya atau menggandakan dirinya atau berkembang biak di luar inang manusia, tidak seperti bakteri atau jamur yang bisa berkembang biak di lingkungan luar pada kondisi yang sesuai. Biasanya HIV menjadi tidak aktif (bisa diartikan mati) setelah keluar dari tubuh manusia dalam hitungan detik atau menit setelah terpapar udara, karena udara sendiri bukan elemen yang ramah untuk HIV bertahan hidup apalagi untuk menggandakan diri atau bisa dikatakan melumpuhkan HIV untuk bisa menginfeksi manusia.
Ketika seseorang menyentuh cairan tubuh seperti air mani, darah dan memiliki luka dan luka tersebut dalam goresan kecil yang menuju proses penyembuhan sangat kecil air mani itu untuk masuk kedalam tubuh dan hal aktivitas seperti itu tidak perlu dikhawatirkan akan menjadi resiko tertular HIV.
HIV sendiri tidak dapat bertahan hidup di dalam air sekalipun terdeteksi materi genetik HIV yang tidak berarti ada resiko penularan HIV. Kemampuan HIV untuk menularkan ketika didalam air sangat cepat menghilang. Berbagi minuman atau berenang bersama (klorin dapat membunuh HIV) bukan merupakan resiko penularan HIV dan ketika seseorang tertelan air mani atau minum air, paparan asam lambung secara efektif menghancurkan HIV.
Ada sebuah penelitian di laboratorium untuk mengetahui kelangsungan hidup HIV di luar tubuh manusia, maka dibutuhkan jumlah virus yang di jaga/di kembangbiakan atau ditumbuhkan secara artifisial. Meskipun konsentrasi HIV yang jadi bahan penelitian itu tidak alami ini dapat bertahan hidup selama berhari-hari dan bahkan berminggu-minggu dalam kondisi laboratorium yang terkontrol dan terbatas (bukan kondisi lingkungan aktivitas sehari-hari manusia pada umumnya).
Studi dari CDC ini memberikan kesimpulan bahwa pengeringan bahkan dalam jumlah konsentrasi atau kadar HIV yang sangat tinggi dalam waktu beberapa jam saja bisa mengurangi jumlah virus yang menular di rentang 90-99%.
Yang menjadi catatan penting adalah konsentrasi HIV pada pengujian tersebut jauh lebih banyak dari yang sebenarnya ditemukan dalam darah atau spesimen lain, pengeringan darah manusia yang terinfeksi HIV atau cairan tubuh lainnya menjadi resiko teoritis penularan di luar tubuh pada dasarnya adalah nol.
Hal yang perlu di luruskan adalah agar tidak memunculkan kekhawatiran yang tidak perlu adalah hasil studi di laboratorium ini digunakan sebagai bahan penilaran resiko pada kehidupan sehari-hari pada tingkat resiko penularan HIV di luar tubuh untuk tingkatan individu karena :
- Jumlah virus yang dipelajari jumlahnya jauh lebih besar dari spesimen yang ada pada ODHIV atau tempat lain di alam
- Tidak ada orang yang tertular HIV melalui aktivitas sehari-hari pada umumnya
Hal yang perlu disadari adalah :
Setelah HIV keluar dari tubuh manusia, maka kemampuan untuk menginfeksi dan kemampuan untuk bertahan hidup akan sangat berkurang sangat drastis. Paparan terhadap HIV di luar tubuh manusia seperti menyentuh benda-benda atau menyentuh cairan tubuh yang mengandung HIV bukan resiko penularan HIV (Apakah HIV Bisa Menembus Kulit ?).