Fakta Terkait Anal Seks
Terakhir diedit : 05 Januari 2026
Estimasi waktu baca artikel sampai selesai menit
#StigmaDiskriminasi #edukasiHIV #HIV #ODHIV #equals_id #UequalsU #peoplefirst #analseks
Apakah Anal Seks?
Anal seks adalah termin atau istilah yang dipergunakan untuk aktifitas seksual yang melibatkan anus, walaupun tidak selalu harus ada penetrasi.
Anus sendiri merupakan area dengan ujung saraf yang cukup sensitif terhadap rangsangan (atau sentuhan) dan sebagian orang berpendapat rangsangan diarea anus dirasa menimbulkan kenikmatan. Diperkirakan 90% laki-laki yang melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain melakukan anal seks ini, dan ada perkiraan 5-10% wanita juga menikmati aktifitas anal seks ini sebagai bagian dari aktifitas seksual. Faktanya anal seks apabila dilakukan dengan tepat bukanlah hal yang berbahaya atau mempertinggi risiko terinfeksi HIV seperti anggapan banyak orang. Di akhir artikel kami menyertakan berbagai video edukasi yang dibuat oleh profesional termasuk dokter mengenai anal seks.
Mitos terkait anal seks yang sering disalahpahami.
Hanya laki-laki gay yang melakukan anal seks. Faktanya: tidak semua laki-laki gay melakukan anal seks sebagai bagian dari aktifitas seksual mereka. Banyak orang dengan latar belakan orientasi seksual dan gender berbeda (termasuk heteroseksual) juga menikmati aktifitas ini. Laki-laki heteroseksual juga banyak yang menikmati "dipenetrasi" oleh pasangan peremopuan mereka menggunakan mainan seks, dan ini tidak berarti membuat mereka menjadi homoseksual.
Anal seks tidak dapat menyebabkan kehamilan pada perempuan. Faktanya: walaupun tidak secara langsung aktifitas anal seks dapat menyebabkan kehamilan pada perempuan, selalu ada kemungkinan cairan ejakulasi dimana penis berdekatan dengan vagina memungkinkan masuknya semen kedalam vagina.
Anal seks lebih berisiko tertular IMS. Faktanya: hubungan seksual melalui vagina tanpa pengaman juga berisiko tinggi tertular IMS. Jaringan anus memang lebih mudah terkoyak dan menjadi jalan masuk infeksi ke tubuh. Hal ini menyebabkan risiko tertular IMS pada bottom (yang dipenetrasi) menjadi lebih tinggi dibandingkan yang melakukan penetrasi (top).
Anal seks selalu menyakitkan. Faktanya: aktifitas anal seks dapat saja menjadi pengalaman menyakitkan dan tidak menyenangkan apabila pasangan melakukan penetrasi terlalu cepat atau kasar selama aktifitas anal seks. Atau otot anus tidak cukup relaks. Hal ini dapat diatasi dengan mengkomunikasikan kepada pasangan apabila merasa tidak nyaman dan juga menggunakan pelicin yang bagus.
Selalu gunakan kondom untuk mencegah infeksi menular seksual yang tidak diinginkan.
Anal seks dapat memicu kanker. Faktanya: melakukan anal seks tanpa kondom mempertinggi risiko terinfeksi HPV (penyebab kutil kelamin) yang juga dapat mengembangkan kanker anus. Penggunaan kondom dan vaksin sangat dianjurkan untuk mencegah hal ini.
Anal seks "Pasti" menyebabkan tertular HIV. Faktanya: dinding anus memang lebih tipis dibandingkan dinding vagina sehingga lebih mudah robek yang memungkinkan bakteri dan virus masuk kedalam aliran darah. Beberapa penelitian menunjukkan data pasangan yang menerima anal seks memiliki risiko 17-18% lenih tinggi dibanding paparan pada vagina. Hal ini selalu dapat diatasi dengan penggunaan pengaman seperti kondom ataupun PrEP dan pelicin yang bagus.
Apakah anal seks menyenangkan?
Untuk dapat menikmati aktifitas anal seks, maka cincin otot diarea anus harus relaks. Rangsangan dipermukaan anus juga dapat membantu relaksasi ini. Penggunaan pelicin sangat diperlukan untuk aktifitas anal seks ini. Berbeda dengan vagina yang dapat menghasilkan pelicin alami, maka anus akan membutuhkan tambahan pelicin ini, baik untuk rangsangan jari, mainan seks ataupun penis. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan, mengurangi sakit dan juga mencegah perlukaan pada area anus.
Rangsangan langsung pada area prostat laki-laki saat melakukan anal seks dapat menimbulkan rangsangan dan kenikmatan yang berbeda. Perlu diingat bahwa tidak semua orang dapat menikmati rangsangan pada area anus atau menyepakati aktifitas anal seks.
Apakah anal seks dapat menyebabkan orgasme?
Seperti sudah dibahas sebelumnya bahwa area anus memiliki banyak saraf yang menjadikannya sensitif saat dilakukan rangsangan. Rangsangan bersamaan pada area kelamin akan mempertinggi intensitas orgasme yang dialami saat melakukan aktifitas seksual. Beberapa perempuan juga menyatakan mengalami orgasme lebih sering saat ada rangsangan diarea anus selama aktifitas seksual. Sementara pada laki-laki yang mendapatkan rangsangan langsung pada prostat juga melaporkan orgasme yang lebih intens.
Anal seks adalah suatu penyimpangan. Faktanya: anal seks adalah salah satu bentuk variasi aktifitas seksual yang juga dapat dinikmati oleh siapapun yang ingin eksplor lebih jauh mengenai seksualitas. Di video literasi yang disertakan (semua dari POV tenaga kesehatan) mereka tidak mengatakan bahwa anal seks adalah suatu bentuk penyimpangan. Kenyataannya ada banyak orang yang juga menikmati aktifitas anal seks ini karena memberikan sensasi yang berbeda. Dari sisi medis juga tidak menyebutkan berbagai macam bahaya karena dilakukan dengan ke-hati-hatian sehingga cukup aman dan nyaman dilakukan.
Perlu ditambahkan catatan bahwa edukasi medis seringkali tidak bisa disandingkan dengan edukasi berdasarkan agama, karena edukasi secara medis tentunya didasarkan pada data penelitian yang dilakukan dan juga pengetahuan yang terus berkembang.
Bagaimana melakukan anal seks dengan aman?
Beberapa hal yang dapat dilakukan agar aktifitas seksual yang melibatkan anal seks lebih dapat dinikmati:
1. douching atau enema, membersihkan saluran anus secara menyeluruh
2. pastikan kuku tangan terpotong pendek dan bersih sebelum melakukan anal seks
3. ganti kondom yang digunakan anal seks sebelkum melakukan oral atau vaginal seks untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi silang
4. gunakan banyak pelicin tambahan yang berbahan dasar air atau silicon untuk mengurangi perlukaan. Penggunaan pelicin bersamaan dengan kondom harus dilakukan.
5. lakukan dalam kondisi relaks, komunikasikan dengan pasangan dan hentikan apabila dirasa tidak nyaman
6. apabila mengalami pendarahan setelah anal seks dan berlangsung cukup lama segera menghubungi dokter
7. PrEP juga dapat digunakan apabila kuatir akan risiko terinfeksi HIV
8. apabila melakukan anal seks tanpa kondom (apapun alasannya) dan kuatir terinfeksi HIV, segera akses PEP dan juga doxy-PEP sesegera mungkin
9. segera bersihkan setelah aktifitas anal seks. Bilas dengan air dan sabun untuk mengurangi kemungkinan infeksi
10. selalu lakukan tes penapisan IMS termasuk HIV secara rutin apabila aktif secara seksual (baik menggunakan kondom ataupun tidak).