Equals.id

Apakah ODHIV Yang Viral Loadnya Tersupresi Jika Melakukan Seks Tanpa Kondom Viral Loadnya Kembali Naik?

13 Mei 2026 | Sandy Jay

Terakhir diedit : 15 Mei 2026

Estimasi waktu baca artikel sampai selesai menit

#UndetectableUntransmittable #ODHIV #HIVTreatmentAdvancement #MitosHIV #ViralLoad

...

Bagi ODHIV yang memiliki pasangan seksual dan aktif secara seksual, tentu pernah terbesit pertanyaan apakah jika dirinya melakukan seks dengan seseorang tanpa kondom, akan membuat status viral loadnya yang sudah tersupresi dan bahkan sudah undetectable/tidak terdeteksi/tersupresi bisa bertambah banyak hingga >1.000 kopi/mL.

Ketakutan-ketakutan seperti itu terjadi jika ODHIV yang viral loadnya sudah tersupresi dan bahkan tidak terdeteksi melakukan seks tanpa kondom dengan sesama ODHIV akan berpikir apakah mereka saling menularkan atau tidak. Apakah benar viral load ODHIV yang sudah tersupresi <200 kopi/mL bisa bertambah diatas 1.000 kopi/mL jika berhubungan seks tanpa kondom?

Jawabannya adalah jika ODHIV melakukan seks tanpa kondom jika mereka sama-sama tersupresi <200 kopi/mL dan bahkan tidak terdeteksi mereka sudah tidak bisa menularkan ke pasangan mereka atau menularkan satu sama lain karena jumlah virus sudah tidak cukup.

Jika ODHIV memiliki pasangan yang hidup tanpa HIV tentu kekhawatiran itu tidak perlu terjadi karena orang tanpa HIV tidak bisa menularkan HIV ke orang lain sesuai dengan tagline undetectable equals untransmittable (tidak terdeteksi = tidak menularkan) atau viral load <200 kopi/mL untuk ambang batasnya.

Bagaimana jika viral load pasangan ODHIV yang sudah tersupresi bahkan sudah tidak terdeteksi ternyata belum tersupresi dan bahkan belum pengobatan? tentu kekhawatiran terjadinya reinfeksi dan superinfeksi akan membuat ODHIV ini ketakutan. Sebenarnya dengan ODHIV memiliki kepatuhan yang baik pada pengobatan ARV dan viral loadnya sudah tersupresi dan bahkan sudah tidak terdeteksi resiko untuk reinfeksi atau superinfeksi tidak perlu dikhawatirkan. Baca juga (Sama-sama Positif HIV Dapatkah Melakukan Seks Tanpa Kondom?)

Pengobatan ARV bagi ODHIV selain mengurangi jumlah virus yang sudah ada, juga melindungi sel imun yang sehat agar tidak terinfeksi HIV dan fungsi ini seperti halnya obat ARV yang digunakan untuk pencegahan (PrEP atau PEP), jika PrEP bisa mencegah orang tanpa HIV hingga 99% tentu dengan pengobatan ARV setiap hari bisa efektif mencegah ODHIV yang sudah pengobatan untuk reinfeksi atau superinfeksi. 

Jika suatu waktu ketika viral load naik dari yang sebelumnya tidak terdeteksi selama masih <200 kopi/mL itu masih tidak menularkan secara seksual dan itu dikategorikan blips, bukan karena melakukan seks tanpa kondom. Baca (Apakah Blips Perlu Diiwaspadai?)

Fungsi pengobatan ARV selain membuat ODHIV sehat dan tidak menularkan secara seksual juga mencegah reinfeksi dan superinfeksi bersamaan dengan PrEP, U=U dan pengobatan sebagai pencegahan untuk penularan HIV bersama dengan kondom (bisa mencegah IMS lain dan kehamilan).

Artikel dari
Informasi Dasar

Apakah Luka Pada ODHIV Lebih Sulit Sembuh?


21-Sep-2025 | Rizza Rezaly

See, Hear, Speak No HIV


18-Dec-2023 | Aan Rianto

Penularan HIV Pada Pasangan Serodiskordan


09-Jun-2025 | Rizza Rezaly

Salah Kaprah Bahwa HIV Belum Ada Obatnya


10-Sep-2023 | Aan Rianto

Pentingnya Pendidikan Seksual Untuk Anak


10-Oct-2024 | Rizza Rezaly

Putus Pengobatan ARV Dan Penyebabnya.


12-Sep-2023 | Aan Rianto

Gejala HIV Yang Di Sering Ditanyakan


01-Sep-2023 | Aan Rianto

Perlukah Kita Mengubah Edukasi HIV?


07-Sep-2023 | Aan Rianto

Apakah Antibodi Dapat Menghilang?


24-Feb-2024 | Aan Rianto