Equals.id

Seberapa Efektif Kondom Dalam Mencegah HIV

04 Januari 2026 | Aan Rianto

Terakhir diedit : 04 Januari 2026

Estimasi waktu baca artikel sampai selesai menit

PencegahanInfeksi #penularanhiv #edukasihiv

...

Seperti kita ketahui bersama, kondom menjadi salah satu alat pencegahan penularan HIV dan IMS (Infeksi Menular Seksual) yang cukup efektif karena dibuat dari material yang tidak dapat ditembus oleh HIV. Kondom dapat mencegah penis, vagina maupun anus dari paparan kontak langsung dengan cairan semen, vagina ataupun anus yang mungkin mengandung HIV.

Apa saja jenis kondom yang dapat digunakan untuk pencegahan HIV?
1. Kondom eksternal, adalah kondom yang digunakan oleh laki-laki dengan material terbuat dari polyurethane, latex atau polyisoprene. Material sintetis ini dibuat dengan penelitian ketat sehingga dapat dijadikan salah satu cara pencegahan penularan HIV yang cukup efektif. Berbeda dengan kondom natural (yang terbuat dari usus domba) yang lebih ditujukan untuk pencegahan kehamilan, kondom lateks memiliki efektifitas pencegahan HIV hingga 95% apabila digunakan secara benar dan konsisten.

2. Kondom internal, kondom ini merupakan jenis kondom yang terbuat dari polyurethane atau nitrile yang dipasangkan dibagian dalam vagina atau anus dan memiliki 2 ring dikedua ujungnya (salah satu ujung terbuka). Bagian yang tertutup dimasukkan kedalam vagian atau anus dengan bagian terbuka tetap berada diluar vagina atau anus.

Dalam berbagai penelitian ditunjukkan bahwa pori-pori kondom tidak dapat ditembus oleh HIV. Kondom bisa menjadi tidak efektif saat tidak digunakan sebagaimana mestinya dan menimbulkan kebocoran, robek ataupun terlepas selama penggunaan. Penggunaan kondom tanpa tambahan pelicin atau penggunaan pelicin yang tidak disarankan (berbahan dasar minyak) dapat merusak kondisi kondom dan tentunya juga mengurangi efektifitasnya dalam mencegah HIV.
Penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan efektifitas kondom dalam mencegah HIV pada pasangan heteroseksual mencapai 94%, sementara efektifitas yang tidak terlalu jauh berbeda (91%) ditemukan pada pasangan LSL. UNAIDS sendiri pada data penelitian yang disajikan taun 2025 menyampaikan efektifitas kondom dalam mencegah HIV apabila digunakan secara konsisten dan benar dapat memberikan perlindungan hingga 95%.

Penggunaan pelicin tambahan saat menggunakan kondom juga dapat mempengaruhi efektifitas kondom tersebut. Pelicin dapat mencegah kegagalan penggunaan kondom seperti sobek saat digunakan. Meskipun sebagian besar kondom memiliki pelicin dipermukaannya, seringkali pelicin tersebut tidak mencukupi untuk digunakan selama aktifitas seksual. Kondom dengan pelicin yang mengandung spermicida Nonoxynol-9 tidak lagi direkomendasikan untuk pencegahan pajanan infeksi menular seksual (termasuk HIV) karena seringkali menyebabkan iritasi pada vagina atau dinding anus (yang pada akhirnya mempertinggi risiko tertular HIV). Pelicin yang disarankan untuk penggunaan kondom adalah pelicin berbahan dasar air atau silikon. Pelicin berbahan dasar silikon memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan pelicin berbahan dasar air. Apapun pilihan pelicin yang dipergunakan jangan mempergunakan pelicin berbahan dasar minyak, seperti body lotion, minyak pijat, vaseline ataupun ludah.

Kegagalan penggunaan kondom dengan tepat juga dapat secara signifikan mengurangi efektifitas kondom dalam mencegah penularan HIV. Hal sederhana namun tampaknya tidak terlalu diperhatikan oleh orang-orang yang menggunakan kondom: masa kadaluarsa (ya, kondom memiliki masa kadaluarsa yang juga berpengaruh pada efektifitasnya), penyimpanan kondom yang berisiko merusak kemasan, penggunaan pelicin yang tidak sesuai, penggunaan yang tidak konsisten.

Literasi dan referensi yang disertakan semua menunjukkan bahwa apabila dipergunakan secara tepat dan konsisten kondom dapat menjadi upaya alternatif untuk pencegahan HIV yang cukup efektif.

 

 

 

Referensi

https://www.catie.ca/condoms-for-the-prevention-of-hiv-transmission#:~:text=Summary,sexually%20transmitted%20infections%20(STIs).

https://www.aidsmap.com/about-hiv/do-condoms-work#:~:text=Laboratory%20studies%20and%20product%20testing,consistently%20may%20be%20over%2095%25.

https://www.thewellproject.org/hiv-information/safer-sex?gad_source=1&gad_campaignid=754610284&gbraid=0AAAAAD_FBxgfHkDkPT8vgfBqCL5m7gKo_&gclid=Cj0KCQiAvOjKBhC9ARIsAFvz5liR-Dzout59cRWk2_44jV-o5lUufoJO4wPgGbsTB4JcOnf3vyfJ6fwaArmMEALw_wcB

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9141163/

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/condoms

https://www.unaids.org/en/resources/presscentre/featurestories/2021/november/20211122_condoms-critical-part-combination-prevention

Artikel dari

Mengenal ARV Suntik : Lenacapavir


07-Jun-2026 | Aan Rianto